Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | 2 Komentar »
tiang-tiang itu mengecil
dan perlahan menghilang.
ketika punggung kita terus berjalan menjauhinya.
lalu, ingatkah kau kepada masa lalu,
yakni titik awal dimana semua kenangan lahir
dan merumuskan diri.
“waktu…!”
waktu-waktu…
bagaimana kita akan membunuhnya?!
ketika ia selalu berlari begitu kencang dan jalang.
sementara kita hanya berdiri.
“diam…!”
diam-diam…
sambil menggenggam sebilah pisau karatan
yang kita ambil di dapur kenangan paling menyedihkan.
ah, lalu kita sama-sama tahu?!
kalau sejauh ini,
waktu takkan pernah [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | 1 Komentar »
ada malas yang duduk menggelantung di balik punggung
sebab punggungku telah di tumbuhi sandaran macam punuk
ini malam yang kesekian
dengan tubuh koleps
yang disaruk bosan maha bosan
ini juga tubuh yang kesekian
yang sulit ditegakkan
ah, malam ini
aku kembali tersungkur
rebah membujur
kugetarkan sunyi!
lalu aku tidur dalam waktu sedetik
dengan membawa wajah murung berlapis mendung
sementara malam terus berteriak dari luar jendela kamar:
“jangan tidur…jangan tidur…
kebohonganmu [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | Leave a Comment »
: dari sebuah buku harian seorang seniman
jika kehidupan adalah lautan yang teramat luas dan dalam.
aku tidak mau duduk-diam menikmati permukaannya saja.
sebab aku bukanlah seorang turis
yang hanya singgah sementara
untuk mengunjungi objek wisata,
kemudian besoknya pergi dan lupa.
tunggu!
jangan buru-buru untuk menyimpulkan,
kalau aku tidak tertarik dengan lautan itu.
malah aku sangat tertarik dengan lautan itu,
lebih-lebih gelembung airnya.
ya! gelembung air yang [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | Leave a Comment »
Tunggu apalagi?
Ketika racun sudah terlanjur kureguk.
Dan hanya tinggal tunggu kematian
yang datang menyeruduk:
Tetapi tunggu dulu!
Sesuatu itu berteriak
dan menggema dalam diriku:
Berlarilah dengan dua kaki yang telah patah.
Karena dengan kedua tanganmu,
kamu masih bisa menyambar sebuah pena.
Ya, coba kalian lihat pemandangan absurd ini:
Pena telah berhasil kusambar
dan sekarang malah asyik menari
bersama jemari tangan.
Sembari [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | Leave a Comment »
Semalam batukku terus bergemuruh.
Mengutukki kasur, tidur nyenyak dan mimpi indah
yang bergandeng riang di waktu petang.
Semalam batukku terus bergemuruh.
Sampai petang dilipat terang.
Sampai dirimu yang tak kunjung datang.
-Timuran, 6 Des 2007-
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | Leave a Comment »
Semalam telah kutulis sepasang puisi
di kedua buah dadamu. Saat kau
tertidur lelap sekali.
Satu puisi kuberi judul cinta
dan yang satunya lagi kuberi judul birahi.
-Retorika, 13 Desember 2007-
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | Leave a Comment »
sudah ya bu
ibu jangan sedih lagi
ini adalah sapu tangan terakhir
mudah-mudahan ibu ingat
bahwa kita cuma punya tiga sapu tangan
dan yang dua sudah terpakai
tadi baru saja kujemur
dan tentu saja belum kering
karena basah kuyup oleh air matamu
Jetis, 26 Feb 2008
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | Leave a Comment »
: di penghujung tahajud
Ibu,
hujan yang keluar dari matamu.
Adalah jutaan malaikat
yang turun dan turut memanjatkan do’a
untuk anak lelakimu.
KTR-Karang Bendo, November 2007
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Sajak pada Juli 18, 2008 | Leave a Comment »
Berhenti menangis atau aku “tembak”…!
KTR, 18 Nov 2007
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Bagasi Resensi pada Juli 3, 2008 | 1 Komentar »
Judul Buku : Teman-Temanku dari Atap Bahasa
Penulis : Afrizal Malna
Penerbit : Lafadl Pustaka, Yogyakarta
Cetakan : I, Januari 2008
Tebal : xvi + 158 Halaman
Nama Afrizal Malna mulai melejit pada dekade 80-an, yakni sejak buku kumpulan puisi perdananya Abad Yang Berlari (1984) terbit. Kemudian beberapa buku kumpulan puisi yang terbit setelahnya—yang membuat namanya semakin kukuh dalam jagat [...]
Untuk mentranslate bahasa