: peluit wasit
Kisah yang tidak kita kenal ini
Harus segera kita beri tanda usai
Karena peluit panjang
belum kudengar dari dalam kamarku
kau menjebakku dalam sebuah permainan menunggu!
yakni sebuah permainan tanpa wasit dan aturan-aturan yang jelas
hingga kau, aku
terpaksa menyeret diri pada sebuah kejenuhan
–kau yang menyerah, atau aku yang menyerah?
PohRubuh, 21 Mei 2009
00.36 WIB
wah, puisi sek koyok ngene iki jaaaaaaaaannn..
konteks tenan..
itu sengaja kubuat buat aku, kamu dan dia. hahahahaha… eh ada yang ketinggalan, satu lagi. buat wasit purwanto.