Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Bagasi Esai & Artikel’ Kategori

Dengan Iman kita mengetahui bahwa semesta alam ini sudah jadi oleh firman Allah, sehingga barang yang kelihatan bukannya dijadikan dari pada barang yang kelihatan.
(Ibrani 11: 3)
Secara tak terduga kegagapan mungkin akan kita alami, ketika kita coba menarik wacana kosmologi ke dalam lapangan agama. Walaupun kita sudah coba menyempitkannya pada masalah penciptaan dunia. Atau tantangan lain [...]

Untuk mentranslate bahasa

Kenduri Bumi

Sejauh ini telah banyak data dan fakta yang membuat kita harus menjawab “ya” terhadap pertanyaan: “apakah bumi kita sedang tidak baik-baik saja?”. Hutan-hutan semakin botak, sungai-sungai semakin keruh, udara nyaris tak layak hirup, hembusan angin tak lagi sepoi dan malah cenderung gerah, siang hari terasa lebih panas dari dulu, perubahan cuaca yang mengagetkan suhu tubuh [...]

Untuk mentranslate bahasa

Surat Cinta untuk Jalanan

: esai pengantar untuk teman-teman Re-Med atau Forum Seni dan Budaya Retorika (Filsafat UGM)

Maksud dari tulisan ini, tidak lain untuk memperluas ruang terka terhadap makna jalanan dan memperjelas konteks, yakni meletakkan jalanan dalam diskursus kebudayaan dan kesenian. Jadi jelaslah, bahwa kita memiliki tiga kata kunci (jalanan, kesenian dan kebudayaan).
Dari tiga kata kunci tersebut. Ada [...]

Untuk mentranslate bahasa

Membaca “Kematian”

: Sebuah esai untuk editorial Jurnal KacaMata Vol. 1, 2008

Mungkin hanya dalam keadaan sunyi dan sendiri. Perenungan atas “kematian”, seringkali menyelinap masuk, secara diam-diam, ke dalam hati dan pikiran kita. Dalam keadaan tersebut kita akan tergetar, sebab dipaksa atau diacukan pada sebuah kenyataan yang secara mutlak tidak bisa kita hindari. Di dunia ini, [...]

Untuk mentranslate bahasa

Politik Ingatan

Perjuangan seseorang melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa
-Milan Kundera-

Sebuah kutipan di atas adalah kalimat yang diucapkan oleh Mirek, seorang tokoh dalam Novel “Kitab Lupa dan Gelak Tawa” (terj.), karya seorang penulis berkebangsaan Ceko yang bernama Milan Kundera.

Ya, ‘ingatan’ dan ‘lupa’. Dua entitas ini, menurut saya sifatnya berada bersama dan tiada bersama. Keberadaan yang satu [...]

Untuk mentranslate bahasa

Isu global warming dengan dampak perubahan iklimnya yang ekstrim, mungkin bukan barang baru lagi. Sebab isu ini sudah mulai serius diperbincangkan sejak tahun 1970-an. Hingga sampai sekarang isu ini seolah selalu hangat untuk menjadi bahan perbincangan. Hal itu dapat kita lihat bahwa pada Desember 2007 nanti, Indonesia kebetulan akan menjadi tuan rumah konfrensi para pihak [...]

Untuk mentranslate bahasa

Salah satu ‘biangkerok’ pendorong pemanasan global adalah ketergantungan manusia terhadap minyak. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian terakhir para ahli klimatologi dari Amerika Serikat yang berhasil membuktikan bahwa pemanasan global terjadi karena bumi menyerap lebih banyak energi matahari dari pada energi matahari yang dilepaskan kembali ke ruang angkasa. Kecurigaan utama dari fenomena tersebut adalah keberadaan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Saya sebenarnya lelah, bahkan sangat lelah. Dengan kehidupan yang sedang saya jalani. Dengan keputusan-keputusan hidup yang terlanjur saya pilih. Entahlah kenapa!?? Yang jelas ketika saya terlalu lama dan akrab bergumul dengan organisasi-organisasi yang saya masuki atau secara umum di tengah masyarakat. Saya kerapkali merasa asing dengan realitas-realitas yang terbangun; seperti mekanisme dan sistem yang berjalan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Hari ini saya terus mengajukan sebuah pertanyaan pada seluruh anggota tubuh saya. “Sebenarnya sudah berapa lama kalian menjadi bagian dari diri saya?” Tapi, telinga tak menjawab. Tapi tangan tak menjawab. Tapi hidung tak menjawab. Tapi mata tak menjawab. Tapi pantat tak menjawab. Tapi penis tak menjawab. Tapi punggung tak menjawab. Tapi bahu tak menjawab. Tapi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Pada zaman post-kolonial atau zaman dimana orde lama mulai berkuasa di Indonesia, sebuah istilah ‘seni revolusioner’ atau ‘seni kerakyatan’ yang diusung Lekra, terus-menerus digemakan, bahkan oleh Presiden Soekarno sendiri pada masa itu. Kemudian, menyinggung sedikit tentang Lekra. Paham sosialis pun menjadi identik dengannya, apalagi mengkontekskan itu pada ideologi seni revolusioner atau seni kerakyatan yang jelas-jelas [...]

Untuk mentranslate bahasa