Sebuah Puisi, Di Dalam Bus Ekonomi

Hujan deras ini. Begitu setia mengiringi laju bus

yang sedang aku tumpangi dari Yogya menuju Semarang.

Menuju kota kelahiran. Menuju kota awal aku terlempar.

Di samping kanan tempat dudukku. Kulihat air hujan seperti meleleh

di bagian luar kaca jendela. Beberapa terlihat diam berjajar. Membentuk

bulatan-bulatan harmonis. Seperti halnya embun pagi pada

lembar-lembar daun.

Hujan deras ini. Secara perlahan dan diam-diam. juga membuatku

terdampar pada beberapa ingatan: Aku ingat ibuku yang begitu sabar

menungguku pulang. Aku ingat kau. Ingat pula indahnya

air hujan yang berloncatan. Ketika jatuh dan menghujam permukaan kolam

di bawah beranda kamarmu.

Tapi aku juga ingat mereka sayang. Ingat mereka!

Yang mungkin sedang menggigil kedinginan. Di dalam rumah kardusnya

yang basah kuyup oleh hujan.

-Bus ‘Bumel’ Mahkota, Yogya-Semarang, 29 Maret 2008-

Tentang suluhpw

Suluh Pamuji W. lahir di Semarang, 9 Juni 1987. Aktif kuliah dan bergiat di FSB RéTORIKA (Filsafat UGM). Beberapa puisinya pernah dimuat Pontianak Post. Kemudian beberapa esai dan artikelnya lumayan sering menghiasi Buletin di kampusnya, seperti: Jahe, Hitam-Putih dan Ré-Med (RéTORIKA Media). Sementara ini berdomisili di Yogya.
Pos ini dipublikasikan di Bagasi Sajak. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sebuah Puisi, Di Dalam Bus Ekonomi

  1. yak berkata:

    Puisinya dibikin langsung di atas bis Om?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s