Kenangan Dari Sebuah Ledakkan

Asap itu terbang tapi tidak sampai ke angkasa. Ia hanya terbang setinggi dua kali tinggi badanku.

Asap itu adalah gelisah yang keluar lewat mulutku. Asap itu adalah diri lain dari diriku, yang setiap malam selalu setia menemaniku merakit bom atom dalam dada dan menyusun tanda tanya dalam kepala.

Tok…tok…tok…

Aku mendengar suara ketukan dari luar pintu kamarku. Mungkin itu temanku yang ingin bertamu

Aduh maaf ya! Malam ini aku tak bisa terima tamu. Itu bukan karena aku malas, sombong atau sedang sangat sibuk. Namun, karena aku sudah tidak punya media lagi untuk meraih kunci dan kenop pintu.

Tanganku telah berubah menjadi asap, teman. Kakiku juga telah berubah menjadi asap, teman. Kepalaku juga telah berubah menjadi asap, teman. Seluruh tubuhku sekarang adalah asap, teman.

Asap itu terbang tapi tidak sampai ke angkasa. Ia hanya terbang setinggi dua kali tinggi badanku. Lalu lenyap dan menjadi kenangan.

Jetis, 19-20 Juni 2008

Tentang suluhpw

Suluh Pamuji W. lahir di Semarang, 9 Juni 1987. Aktif kuliah dan bergiat di FSB RéTORIKA (Filsafat UGM). Beberapa puisinya pernah dimuat Pontianak Post. Kemudian beberapa esai dan artikelnya lumayan sering menghiasi Buletin di kampusnya, seperti: Jahe, Hitam-Putih dan Ré-Med (RéTORIKA Media). Sementara ini berdomisili di Yogya.
Pos ini dipublikasikan di Bagasi Sajak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s