Pada Sebuah Malam Yang Kesekian

ada malas yang duduk menggelantung di balik punggung

sebab punggungku telah di tumbuhi sandaran macam punuk

ini malam yang kesekian

dengan tubuh koleps

yang disaruk bosan maha bosan

ini juga tubuh yang kesekian

yang sulit ditegakkan

ah, malam ini

aku kembali tersungkur

rebah membujur

kugetarkan sunyi!

lalu aku tidur dalam waktu sedetik

dengan membawa wajah murung berlapis mendung

sementara malam terus berteriak dari luar jendela kamar:

“jangan tidur…jangan tidur…

kebohonganmu hampir genap seribu

kapan kau penuhi janjimu

untuk menelanjangiku dengan kegaduhan!??”

Yogyakarta, 12 Januari 2007

Tentang suluhpw

Suluh Pamuji W. lahir di Semarang, 9 Juni 1987. Aktif kuliah dan bergiat di FSB RéTORIKA (Filsafat UGM). Beberapa puisinya pernah dimuat Pontianak Post. Kemudian beberapa esai dan artikelnya lumayan sering menghiasi Buletin di kampusnya, seperti: Jahe, Hitam-Putih dan Ré-Med (RéTORIKA Media). Sementara ini berdomisili di Yogya.
Pos ini dipublikasikan di Bagasi Sajak. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pada Sebuah Malam Yang Kesekian

  1. rifqiblog berkata:

    ahhhhh…
    sekadar numpang mendesah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s