Pisau Bunuh Waktu

tiang-tiang itu mengecil

dan perlahan menghilang.

ketika punggung kita terus berjalan menjauhinya.

lalu, ingatkah kau kepada masa lalu,

yakni titik awal dimana semua kenangan lahir

dan merumuskan diri.

“waktu…!”

waktu-waktu…

bagaimana kita akan membunuhnya?!

ketika ia selalu berlari begitu kencang dan jalang.

sementara kita hanya berdiri.

“diam…!”

diam-diam…

sambil menggenggam sebilah pisau karatan

yang kita ambil di dapur kenangan paling menyedihkan.

ah, lalu kita sama-sama tahu?!

kalau sejauh ini,

waktu takkan pernah sudi berhenti.

apalagi berhenti,

hanya untuk kita tikam dengan pisau karatan

yang kita ambil di dapur kenangan paling menyedihkan.

“waktu…!”

“diam…!”

kita sedang menangiskan ketakutan…

Jetis, 10 Juli 2008

Tentang suluhpw

Suluh Pamuji W. lahir di Semarang, 9 Juni 1987. Aktif kuliah dan bergiat di FSB RéTORIKA (Filsafat UGM). Beberapa puisinya pernah dimuat Pontianak Post. Kemudian beberapa esai dan artikelnya lumayan sering menghiasi Buletin di kampusnya, seperti: Jahe, Hitam-Putih dan Ré-Med (RéTORIKA Media). Sementara ini berdomisili di Yogya.
Pos ini dipublikasikan di Bagasi Sajak. Tandai permalink.

2 Balasan ke Pisau Bunuh Waktu

  1. rifqiblog berkata:

    Sekali-kali kamu buat puisi yang jelek lah, masak aku harus memujimu terus.

  2. Najib berkata:

    Kasihanilah pada mereka yang penulis muda berbakat asal rembang, kawan. gantian, pujilah dia. yakinlah, jika tulisannya dimuat lagi di koran besar, kita akan mendapat sawernya juga. minimal, warung lesehan lempuyangan lah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s